Flu, Perlukah Vaksinasi?
Penyakit Influenza atau flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus influenza. Virus influenza dikenal ada beberapa tipe yaitu: Tipe A, tipe yang paling sering ditemukan dan paling sering menimbulkan epidemi yang luas. Kedua adalah Tipe B, memiliki gejala yang lebih ringan daripada tipe A dan dapat pula menimbulkan epidemi. Ketiga adalah, Tipe C yang gejalanya biasa mirip dengan selesma (common cold/coryza). Penyakit ini memiliki gejala antara lain: demam yang tinggi, sakit kepala, nyeri otot serta rasa lelah (fatique) yang berlebih. Penyakit ini sering disalah artikan atau disamakan dengan selesma (common cold) yang memiliki gejala menonjol pilek, batuk dan demam yang tidak terlalu tinggi atau bahkan tidak ada demam.
Penyakit flu (influenza) ini merupakan penyakit yang sangat menular dan penyebarannya terjadi dengan cepat. Penyebarannya biasanya melalui partikel ludah yang keluar bersama dengan bersin, batuk dan saat berbicara. Karena sifatnya ini tidak jarang penyakit ini menjadi epidemi terutama pada musim hujan. Akibatnya pula setiap tahun jutaan orang terinfeksi virus flu serta menimbulkan kerugian karena hilangnya jutaan jam kerja serta ribuan orang yang meninggal akibat komplikasi yang ditimbulkan oleh penyakit flu ini.
Seperti dijelaskan di atas bahwa penyakit flu disebabkan oleh virus sehingga tidak ada obat khusus untuk melawan virus penyebab flu ini. Pemberian antibiotik tidak akan ada gunanya kecuali telah terjadi infeksi sekunder (infeksi bakteri) yang menyertai flu. Seperti penyakit lainnya yang diakibatkan oleh virus maka yang efektif dilakukan adalah dengan pemberian vaksinasi. Sayangnya virus influenza adalah virus yang cepat bermutasi serta memiliki galur (strain) yang beragam sehingga sulit mendapatkan jenis vaksin yang tepat. Akan tetapi dengan majunya ilmu kedokteran dan farmasi memungkinkan ditemukannya vaksin yang sesuai untuk wilayah tertentu berdasarkan strain yang dominan menimbulkan penyakit meskipun nantinya vaksin tersebut hanya akan bertahan untuk satu tahun.
Karena besarnya kerugian yang mesti ditanggung oleh pihak perusahaan akibat hilangnya jutaan jam kerja serta biaya pengobatan yang terbilang tidak sedikit membuat beberapa perusahaan kemudian melakukan vaksinasi massal terhadap karyawannya setiap tahun. Langkah ini ternyata dapat mengurangi biaya yang mesti dikeluarkan oleh perusahaan.
Nah bagaimana dengan kita? Apakah perlu mendapatkan vaksinasi flu? Sebaiknya sih memang setiap individu mesti divaksinasi. Akan tetapi biasanya di negara berkembang seperti Indonesia hal tersebut sulit diterapkan karena berbenturan dengan faktor biaya. Bagi perusahaan besar mungkin tidak masalah, akan tetapi bagi sebagian besar masyarakat kita tentu akan sulit, apalagi vaksinasi ini tidak bertahan lama (biasanya setahun) dan setelahnya itu (setiap tahun) mesti divaksinasi lagi. Tentu saja belum memperhitungkan keefektifan vaksinasi ini bagi sebagian masyarakat kita mengingat sifat virus flu ini yang sering bermutasi dan memiliki banyak strain. Kita juga tahu bahwa seseorang biasanya terserang penyakit flu akibat daya tahan tubuhnya yang menurun, entah karena stress emosional, makan yang kurang dan tak teratur, kurang berolahraga serta kekurangan vitamin. Untuk itu ada hal murah yang bisa kita lakukan, yaitu senantiasa menjaga tubuh kita agar tetap fit dengan berolahraga, tidur teratur, makan makanan yang bergizi seimbang, mengurangi stress serta mengkonsumsi vitamin yang cukup, karena semua hal tersebut akan berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh kita. Mungkin anda pernah sebelumnya merasa terserang flu tapi tidak lama kemudian sembuh tanpa mengkonsumsi obat apa-apa kecuali anda menjaga makan dan minum vitamin. Sesungguhnya secara tidak sengaja anda telah membantu meningkatkan daya tahan tubuh anda sehingga sistem kekebalan alami tubuh anda sendirilah yang melawan virus tersebut, suatu sistem yang sangat efektif melawan penyakit yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita.
Silahkan dibaca juga:
If you enjoyed this post, make sure you Subscribe to AlhamsyahBLOG by Email !
Translate This Post to:
![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | |||||||||||
| By N2H | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
Email This Post















































September 25th, 2008 at 3:54 pm
Iya, vaksin flu, kmrn saya ditawari ma DSA-nya Faris. Tapi saya tolak. Saya agak2 gimana gitu menyagkut vaksin yang dianjurkan macam MMR, flu, dll. Takutnya malah ngefek yg nggak2 ma anak. Tapi kmrn sempat vaksinasi HIB siy, dan Alhamdulillah Faris ga kenapa-napa. Jadwal MMR-nya 2 bulan lagi. Divaksin ga ya? -malah nanya..-
September 26th, 2008 at 12:51 am
Klu saya sih sebaiknya divaksin saja klu biaya untuk itu tersedia, knp tidak? Hanya sebaiknya vaksin seperti flu dilakukan setiap tahun secara reguler dengan vaksin yg baru.
October 21st, 2008 at 12:10 pm
bagaimana kalo setiap bangun pagi atau kena udara dingin dikiiiiit aja,gejala flu sdh terasa banget.
seperti bersin dan kawan2. untungx kalo sdh aktif beraktivitas semua balik normal lagi.
apa ini semacam alergi thd hawa tertentu ato memang imunitas tubuh thd hawa dingin y gak ada???
October 23rd, 2008 at 6:48 am
Kalau ini sering dialami biasanya sih ada hubungan dengan adanya alergi. Alerginya bisa disebabkan karena udara dingin(musim), debu dll. Mengobatinya hanya untuk gejalanya saja (simptomatis) sedangkan pengobatan utamanya adalah menghindari faktor pencetusnya, seperti debu tadi, dan yg mengetahuinya pun hanya diri pasien sendiri karena setiap orang bisa berbeda-beda alerginya. Sering terkena gejala flu bisa juga karena adanya kelainan anatomi pada hidung terutama karena hidungnya agak bengkok/tdk lurus betul (namanya deviasi septi) sehingga aliran udara ke hidung tidak sebagaimana normalnya (secara fisiologis). Bisa juga karena di rumah menggunakan kipas angin atau AC yang tidak bersih sehingga debu dan bakteri banyak menempel. Yang terpenting, jaga kondisi tubuh dengan makan istirahat cukup, dan bila perlu minum suplemen vitamin. Makasih!
December 3rd, 2008 at 7:30 am
saya flu,
panjaaaaaaang sekali. saat ini ditulis sudah masuk minggu ke 5, luar biasa kan?
sejarah saya flu paling lama 3 hari.
biasanya ketika flu, atau bahkan menjelang flu, saya cukup melakukan hal2 yg meningkatkan daya tahan tubuh: makan lebih bergizi lebih banyak, buah2an, vit, dll, dan… tidur. Minum teh or coklat panas juga nikmat.
semua itu sudah saya lakukan. dan jarang (menghindari) minum obat.
masuk minggu ke2 flu, tenggorokan & telinga sakit bahkan budeg, akhirnya menyerahkan diri ke seorang dokter tht, telinga kembali normal setelah 5 hari, flu sangat mereda selama beberapa hari setelah obat habis.
namun setelahnya, tepatnya 5 hari lalu sebelum ini ditulis, tiba2 kepala amat berat, dan demam. malamnya ke dokter umum, diberi obat lagi (antibiotik, anti inflamasi, efervescen, dan satu lagi obat demam nampaknya).
Demam hilang, kepala ringan, tapi flu menetap ditandai dengan cairan di hidung walau jauh lebih sedikit dibanding sebelumnya, dan tenggorokan sakit serta batuk kering tanpa dahak.
lelah sudah, 5 minggu masih flu…
ada yg bisa bantu saya?
December 4th, 2008 at 2:46 am
sepertinya anda butuh antibiotik yg lebih ngejreng!