Dokter, Mobil dan Turunnya Nilai Tukar Rupiah Akibat Krisis Keuangan Global
Ada yang menarik perhatian saya di Berita Kompas.com hari ini. Berita tersebut berjudul “Hadapi Krisis, Honda Sasar Dokter”.
Agar anda tidak perlu lagi membuka beritanya di Kompas.com berikut ini saya kutipkan sebagian:
….Kondisi krisis keuangan global membuat pelaku industri otomotif memutar otak mencari strategi pemasaran baru. Bahkan, beberapa profesi yang dinilai tidak terpengaruh dampak krisis mulai disasar.
Sales Supervisor Honda Fatmawati Harianto mengatakan pihaknya mulai gencar mencari calon pembeli yang lebih spesifik, yakni level yang diuntungkan dalam kondisi krisis ini. “Kami akan menggarap profesi seperti dokter,” kata Harianto, di showroom Honda Fatmawati, Jakarta, Rabu (19/11).
Harianto mengaku pihaknya akan lebih gencar melakukan penawaran ke Rumah sakit untuk menyasar segmen ini. Segmen dokter dianggap tidak terpengaruh krisis karena profesi ini tak pernah luput dari order dalam kondisi apapun.
“Semua orang kan butuh dokter. Biarpun krisis, orang juga bisa sakit dan butuh dokter,” ujarnya….
Hehehe….ada betulnya juga menurut saya tapi tidak tepat sepenuhnya. Okelah profesi dokter mungkin profesi yang gampang dalam memperoleh pekerjaan, kalaupun dia tidak bekerja pada suatu instansi toh dia bisa buka praktek sendiri. Dan yang menarik, tidak ada kata pensiun bagi seorang dokter karena dia bisa buka praktek selama ia masih mampu, malah semakin putih dan botak jarang rambutnya (baca: tua) seorang dokter biasanya semakin dipercaya oleh pasien sehingga biasanya pasiennya semakin banyak pula.
Saya pikir sekarang ini bukan jamannya lagi hanya memiliki satu sumber income, atau istilahnya kita mesti memiliki “multiple stream of income” (MSI) atau income yang beragam. Tidak seorangpun di dunia ini saya kira bisa menjamin dirinya akan tetap pada pekerjaannya sekarang ini atau usahanya di bidang tertentu akan jalan terus. Entah dia dokter, bukan dokter, pengusaha bahkan seorang PNS sekalipun. Masih ingat kan betapa banyaknya perusahaan yang gulung tikar dan terjadinya PHK besar-besaran atau rasionalisasi saat terjadi krisis ekonomi tahun 1997 lalu? Belajar dari orang kampung di tempat PTT saya. Dia seorang perawat tapi juga berprofesi sebagai petani, memiliki banyak lahan pertanian dan kebun jagung, puluhan ternak sapi dan usaha penyewaan alat perontok padi dan traktor. Orang di kampung saja tahu hal ini. Nah kita? Hehehe….ini sekadar contoh sederhana. Coba bayangkan kalau kita punya banyak MSI…..ketika kondisi ekonomi seperti sekarang ini kita tentu akan tetap tenang….![]()
Silahkan dibaca juga:
If you enjoyed this post, make sure you Subscribe to AlhamsyahBLOG by Email !
Translate This Post to:
![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | ![]() | |||||||||||
| By N2H | ||||||||||||||||||||||||||||||||||
Email This Post















































November 22nd, 2008 at 5:32 pm
duh… jakarta udah padet banget n macet… kalo ditambahin lagi alangkah ramenya…
btw, dah lama tak berjumpa di YM!…