Loading...
Monday, February 5th, 2007
Keratitis pungtata superfisial yang disebut juga keratitis pungtata epitelial atau Thygeson’s disease merupakan salah satu tipe inflamasi atau peradangan pada kornea mata dengan hilangnya epitel kornea. Lesinya berupa pungtat yang terlihat seperti titik-titik meskipun dapat juga berupa dendritik dengan gambaran linear dan bercabang. Karakteristik dengan tidak adanya jaringan parut sisa dan jarang menyisakan gangguan penglihatan.
Keadaan yang menyebabkan penyakit ini dapat berupa infeksi mata (virus, bakteri) maupun noninfeksi seperti:
- Abnormalitas air mata
- Reaksi imun
- Denervasi
- Distrofi
- Light injury
- Trauma kimia ringan
- Lensa kontak
- Reaksi terhadap pengobatan sistemik, dll.
Pasien biasanya mengeluhkan adanya sensasi benda asing, fotofobia, dan air mata yang berlebih. Lesi pungtata pada kornea dapat dimana saja tapi biasanya pada daerah sentral. Daerah lesi biasanya meninggi dan berisi titik-titik abu-abu yang kecil.
Tidak ada terapi spesifik untuk keadaan ini, tergantung faktor penyebabnya. Penggunaan kortikosteroid topikal terbukti dapat mengurangi gejala.
Tags: fotofobia, keratitis pungtat, keratitis pungtat superfisial, keratitis pungtata, lensa kontak, mata merah, punctate keratitis, superficial punctate keratitis, tgygeson's disease
Posted in artikel, kesehatan | No Comments »
Sunday, February 4th, 2007
Pap smear merupakan pemeriksaan sitologik dari bahan yang diambil dari dinding vagina atau dari serviks (endoserviks dan ektoserviks) untuk kepentingan diagnosis dini karsinoma serviks uteri -kanker mulut rahim- dan karsinoma korpus uteri.
Alat-alat dan bahan pap smear:
1. Spekulum cocor bebek
2. Spatula ayre
3. Cyto brush
4. Object glass
5. Handscoen
6. Kapas
7. Kasa
Cara melakukan pap smear:
1. pasien dibaringkan dalam posisi litotomi
2. cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir
3. keringkan tangan dengan handuk bersih
4. gunakan sarung tangan dengan benar
5. bersihkan vulva dan perineum dengan kasa kering
6. ambil spekulum cocor bebek (sesuaikan dengan ukuran yang dibutuhkan) dengan tangan kanan dan masukkan ke dalam introitus vagina dengan posisi lebar spekulum pada sumbu vertikal (anteroposterior)
7. setelah ujung spekulum melewati introitus, dorong spekulum sampai pangkalnya, kemusian gagang spekulum diputar (90 derajat) ke arah bawah
8. introitus vagina diregangkan dengan cara membuka spekulum sedemikian rupa sehingga lumen vagina, portio dan forniks terlihat jelas, kemudian spekulum dikunci pada posisi tersebut
9. ambil spatula ayre, kemudian ujung yang pendek dimasukkan ke dalam ostium uteri eksterna dan dilakukan usapan searah jarum jam (diputar 360 derajat)
10. bahan hasil usapan tadi dihapuskan pada object glass yang telah disediakan
11. ambil cyto brush, kemudian dimasukkan ke dalam kanalis servikalis dan dilakukan usapan berputar searah jarum jam (360 derajat)
12. bahan hasil usapan tadi juga dihapuskan pada object glass sebelumnya pada tempat yang berbeda dengan cara diputar kembali berlawanan arah dengan jarum jam (sebaliknya)
13. lepaskan spekulum cocor bebek yang terpasang pada introitus vagina
14. buka sarung tangan, letakkan dalam larutan desinfektan
15. cuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir, kemudian keringkan dengan handuk bersih
16. beri label pada sampel, kirim ke laboratorium.
Tags: abnormal pap, apusan serviks, cara pap smear, health, kebidanan, obgin, pap smear, pap smears test, pap test, papanicolaou smear, papanicolaou smears, papanicolaou test, papanicolaou's smear, papaniculou smear, paps smear, papsmear, vagina smear, vaginal smear
Posted in kedokteran | No Comments »