Kanker payudara adalah pertumbuhan yang tidak terkontrol dari sel-sel pada payudara. Munculnya sel kanker tersebut terjadi sebagai hasil dari mutasi atau perubahan yang tidak normal pada gen yang bertanggungjawab menjaga pertumbuhan sel dan menjaganya tetap normal (sehat). Gen di dalam setiap inti sel, yang bertindak sebagai “ruang kontrol” dari masing-masing sel. Biasanya, sel dalam tubuh kita berganti sendiri secara teratur. Proses pertumbuhan sel: sel sehat baru mengambil alih sel lama. Tapi seiring waktu, mutasi bisa “menghidupkan” beberapa gen dan “mematikan” bagian lain dalam sel. Sel yang berubah tersebut memiliki kemampuan untuk berpisah dan tanpa kontrol memproduksi lebih banyak sel-sel seperti itu dan membentuk tumor.
Tumor bisa jinak (tidak berbahaya untuk kesehatan) atau ganas (memiliki potensi untuk menjadi berbahaya). Tumor jinak ‘bukan kanker’: memiliki kemiripan dengan sel normal , tumbuh perlahan, dan tidak menyebar ke jaringan atau bagian lain dari tubuh. Tumor ganas (malignan) disebut kanker. Sel-sel ganas tersebut dapat menyebar di luar tumor asal ke bagian atau jaringan lain dari tubuh.
Istilah “kanker payudara” merujuk kepada suatu tumor ganas (malignan) yang berkembang dari sel-sel di payudara. Kangker payudara biasanya dimulai pada sel di lobules, kelenjar yang memproduksi susu, atau pada duktus saluran kelenjar susu, saluran yang menghubungkan lobulus ke ‘puting susu’. Jarang terjadi, kanker payudara mulai pada jaringan stromal, termasuk jaringan lemak dan jaringan ikat dari payudara.
Seiring dengan waktu, sel-sel kanker dapat menyebar ke jaringan payudara sehat membuat jalan masuk ke kelenjar getah bening di ketiak, suatu organ kecil yang menyaring benda asing dalam tubuh. Jika sel kanker telah meluas ke kelenjar getah bening, maka ini menjadi jalan ke bagian lain dari tubuh.
Kanker payudara selalu disebabkan oleh abnormalitas/gangguan pada gen(suatu “kesalahan” dalam bahan genetik). Hanya 5-10% dari kanker diwarisi dari ibu atau ayah. Kira-kira 90% dari kanker payudara adalah karena abnormalitas genetik yang terjadi sebagai hasil dari proses ketuaan dan lainnya.
Meskipun ada langkah-langkah yang dapat dilakukan setiap orang untuk membantu tubuh tetap sehat seperti makan diet seimbang, tidak merokok dan alkohol, serta latihan secara teratur, kita tidak akan pernah bisa menjamin bahwa kita akan terhindar dari penyakit ini.
Statistik (Insidens) Kanker Payudara
Insidens kanker payudara pada perempuan di Amerika Serikat adalah 1 banding 8 (sekitar 13%).
* Pada 2008, sekitar 182.460 kasus baru kanker payudara invasif diharapkan dapat didiagnosis pada perempuan di Amerika Serikat, bersama dengan 67.770 kasus baru kanker payudara non-invasif (in situ).
* Kira-kira 1.990 kasus baru kanker payudara invasif akan didiagnosis pada pria pada 2008. Kurang dari 1% dari semua kasus baru kanker payudara terjadi pada laki-laki.
* Dari 2001 hingga 2004, tingkat insiden kanker payudara di AS turun 3,5% per tahun. Satu teori adalah bahwa penurunan ini disebabkan karena berkurangnya penggunaan terapi penggantian hormon/terapi sulih hormon (HRT/ Hormone Replacement Therapy).
* Kira-kira 40.480 perempuan di AS diperkirakan meninggal pada 2008 akibat kanker payudara, meskipun angka kematian telah turun sejak tahun 1990. Ini merupakan hasil dari kemajuan pengobatan, deteksi dini, dan meningkatnya kesadaran.
* Untuk perempuan di Amerika Serikat, angka kematian akibat kanker payudara lebih tinggi daripada kanker paru-paru.
* Selain kanker kulit, kanker payudara adalah yang paling sering didiagnosis kanker pada perempuan di AS. Lebih dari 1 dalam 4 penderita kanker adalah kanker payudara.
* Dibandingkan dengan perempuan Amerika keturunan afrika, perempuan kulit putih sedikit lebih besar untuk menjadi kanker payudara, tapi kemungkinan akan mati lebih kurang. Salah satu alasan adalah bahwa perempuan keturunan afrika cenderung memiliki tumor yang lebih agresif. Perempuan dari latar belakang etnis lainnya -Asia, Hispanic, dan lainnya- memiliki risiko lebih rendah dalam perkembangan kematian akibat kanker payudara dibandingkan dengan kulit putih dan Afro-american.
* Pada 2008, terdapat sekitar 2,5 juta perempuan di AS yang selamat dari kanker payudara.
* Resiko kanker payudara dari seorang perempuan kira-kira dua kali lipat jika dia memiliki turunan pertama (ibu, saudara perempuan, anak perempuan) yang telah didiagnosis dengan kanker payudara. Sekitar 20-30% perempuan dengan diagnosis kanker payudara memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara.
* Kira-kira 5-10% dari kanker payudara disebabkan oleh mutasi gen yang diwariskan dari satu ibu atau ayah. Mutasi dari gen BRCA1 dan BRCA2 adalah yang paling sering. Perempuan dengan mutasi ini memiliki resiko terkena kanker payudara sampai 80%, dan mereka sering didiagnosis pada usia muda (sebelum usia 50). Meningkatkan resiko kanker ‘ovarium’ juga dikaitkan dengan mutasi gen ini. Laki-laki dengan mutasi BRCA1 memiliki 1% risiko perkembangan menjadi kanker payudara pada usia 70 dan 6% apabila mereka memiliki mutasi BRCA2.
* Kira-kira 90% dari kanker payudara adalah bukan herediter, tetapi abnormalitas genetik yang terjadi sebagai proses aging/penuaan dan gaya hidup pada umumnya.
* Yang paling penting, faktor risiko untuk kanker payudara adalah jenis kelamin (perempuan) dan usia (semakin tua).
Penyebab terjadinya Kanker Payudara
Seperti penyakit kanker lainnya, penyebab pasti kanker payudara belum diketahui. Yang bisa dijelaskan adalah faktor resiko dan faktor-faktor lainnya yang mempengaruhi perkembangan terjadinya kanker payudara.
Resiko terjadinya Kanker Payudara
Risiko Absolut/Mutlak
Resiko mutlak digunakan untuk menjelaskan seorang individu dari kemungkinan menderita kanker payudara. Ini didasarkan pada jumlah orang yang akan berkembang menjadi kanker payudara dalam jangka waktu tertentu. Resiko mutlak juga dapat dinyatakan sebagai persentase.
Apabila kita mengatakan bahwa 1 dari 8 wanita di Amerika Serikat, atau 13%, akan berkembang menjadi kanker payudara selama seumur hidup, kita berbicara tentang risiko absolut. Rata-rata setiap wanita memiliki 1-dari-8 kesempatan mendapat kanker payudara lebih selama 80 tahun masa hidup.
Risiko mutlak kanker payudara berkembang selama dekade tertentu kehidupan lebih rendah dari 1 dari 8. Anda yang lebih muda, semakin rendah risiko. Sebagai contoh:
* Dari usia 30 sampai 39, adalah resiko mutlak 1 dalam 233, atau 0,43%. Ini berarti bahwa 1 dari 233 perempuan dalam kelompok usia ini dapat diharapkan untuk mendapatkan kanker payudara.
* Dari usia 40 sampai 49, resiko mutlak 1 dari 69, atau 1,4%.
* Dari usia 50 sampai 59, resiko mutlak 1 dari 38, atau 2,6%.
* Dari usia 60-69, resiko mutlak 1 dalam 27, atau 3,7%.
Seperti yang dapat Anda lihat, semakin tua anda, semakin tinggi resiko mutlak terkena kanker payudara. Perlu diketahui bahwa jumlah dan persentase rata-rata untuk seluruh penduduk tergantung pada sejumlah faktor, termasuk riwayat keluarga, riwayat reproduksi (seperti haid dan riwayat anak), ras / etnis, dan faktor lainnya.
Riwayat keluarga, misalnya. Resiko mutlak kanker payudara lebih tinggi bagi perempuan yang telah diwariskan mutasi gen BRCA1 atau BRCA2. Faktor risiko mutlak mereka selama masa hidup berkisar antara 40-85%. Ini berarti bahwa dari setiap 100 perempuan yang memiliki gen ini, di mana ada 40-85 bisa berkembang menjadi kanker payudara.
Risiko Relatif
Risiko relatif merupakan angka atau persentase yang membandingkan satu kelompok risiko kanker payudara dengan kelompok lain. Ini adalah jenis risiko yang sering dilaporkan oleh penelitian, yang sering membandingkan kelompok perempuan dengan perilaku atau karakteristik yang berbeda untuk menentukan apakah satu kelompok yang lebih tinggi atau lebih rendah dari risiko kanker payudara daripada yang lain (baik pertama kali didiagnosa atau ulangan).
Faktor-faktor Resiko Kanker Payudara
“Faktor resiko” adalah sesuatu yang meningkatkan risiko menderita kanker payudara. Banyak faktor risiko terpenting untuk kanker payudara berada diluar kendali kita, seperti usia, riwayat keluarga, dan riwayat medis. Namun, ada beberapa faktor risiko yang dapat dikontrol, seperti berat badan, aktivitas fisik dan konsumsi alkohol.
Faktor risiko yang dapat dikendalikan:
Bobot/berat badan. Kegemukan yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara, terutama bagi perempuan setelah tidak haid (menopause). Jaringan lemak tubuh adalah sumber utama estrogen setelah ovarium berhenti menghasilkan hormon. Memiliki jaringan lemak lebih banyak berarti memiliki estrogen yang lebih tinggi, yang dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Diet. Diet diduga merupakan faktor risiko untuk berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara, tetapi belum ada studi mengenai jenis makanan yang meningkatkan risiko tersebut. Adalah ide baik untuk membatasi sumber daging merah (termasuk lemak dalam keju, susu, dan es krim) karena mungkin saja berisi hormon, faktor pertumbuhan lainnya, antibiotik dan pestisida yang membayakan kesehatan. Beberapa peneliti percaya bahwa makan terlalu banyak kolesterol dan lemak lainnya adalah faktor risiko untuk kanker, dan studi menunjukkan bahwa makan banyak daging merah atau daging yang diproses dikaitkan dengan risiko yang lebih tinggi terhadap kanker payudara. Diet rendah lemak misal buah-buahan dan sayuran umumnya dianjurkan.
Latihan/Olahraga. Bukti yang berkembang bahwa latihan dapat mengurangi resiko kanker payudara. American Cancer Society merekomendasikan melakukan olahraga selama 45-60 menit 5 hari atau lebih dalam seminggu.
Konsumsi alkohol. Studi menunjukkan bahwa risiko kanker payudara meningkat seiring dengan banyaknya jumlah konsumsi alkohol. Alkohol dapat membatasi kemampuan hati untuk mengendalikan tingkat hormon estrogen darah yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko.
Merokok. Merokok dikaitkan dengan sedikit peningkatan resiko kanker payudara.
Terpapar estrogen. Karena hormon estrogen perempuan merangsang pertumbuhan sel payudara, terpapar dengan estrogen dalam waktu yang lama, tanpa terputus dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Beberapa faktor resiko tersebut yang dapat kita kontrol, seperti:
* Menggunakan gabungan terapi hormon pengganti (estrogen dan progesterone; HRT) untuk beberapa tahun atau lebih, atau menggunakan estrogen sendiri selama lebih dari 10 tahun
* Kegemukan
* Kebiasaan minum alkohol
Nampaknya penggunaaan kontrasepsi oral/pil sedikit meningkatkan risiko untuk kanker payudara, tetapi hanya terbatas untuk jangka waktu tertentu. Wanita yang berhenti menggunakan kontrasepsi oral lebih dari 10 tahun yang lalu tidak mempunyai peningkatan risiko kanker payudara.
Stres dan kegelisahan. Tidak ada bukti jelas bahwa stres dan kegelisahan dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Namun, apapun yang bisa kita lakukan untuk mengurangi stres dan untuk meningkatkan kenyamanan, bersenang-senang dan bahagia dapat memiliki efek yang besar pada kualitas hidup. Jadi sebutlah kegiatan seperti: meditasi dan doa/ibadah dapat berharga buat kualitas hidup kita. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa praktek ini dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan:
Gender/Jenis Kelamin. Wanita adalah faktor risiko kanker payudara. Meskipun laki-laki bisa mendapatkan kanker payudara, sel payudara perempuan terus berubah dan berkembang, terutama akibat kegiatan hormon estrogen dan progesterone. Kegiatan ini menempatkan mereka pada risiko lebih besar untuk kanker payudara dibandingkan pria.
Usia. Dari usia 30 sampai 39, risikonya adalah 1 dalam 233, atau 0,43%. Yang menjadi 1 dari 27 atau hampir 4% pada saat seseorang berada di usia 60 tahun.
Riwayat kanker payudara dalam keluarga. Jika seseorang memiliki garis keturunan pertama (ibu, anak perempuan, saudara perempuan) yang memiliki kanker payudara atau ada beberapa keluarga yang terkena kanker payudara atau ovarium (terutama sebelum mereka berumur 50), berarti seseorang tersebut memiliki resiko lebih tinggi mendapatkan kanker payudara.
Riwayat pribadi kanker payudara. Jika seseorang telah didiagnosa dengan kanker payudara, maka risiko berkembang lagi, baik di payudara yang sama atau payudara lainnya, lebih tinggi daripada jika tidak pernah memiliki penyakit ini sebelumnya.
Ras. Perempuan kulit putih sedikit lebih tinggi untuk mendapat kanker payudara selain perempuan afro amerika. Orang asia, Hispanic dan non amerika memiliki resiko lebih rendah kanker payudara.
Terapi radiasi pada dada. Setelah terapi radiasi pada daerah dada saat masih anak-anak atau dewasa muda untuk pengobatan kanker lain secara signifikan meningkatkan resiko kanker payudara. Peningkatan risiko kelihatannya meningkat jika radiasi diberikan saat payudara masih berkembang (selama masih remaja).
Perubahan seluler payudara. Perubahan sel payudara yang tidak biasanya ditemukan saat biopsi payudara dapat menjadi faktor risiko untuk kanker payudara. Perubahan ini meliputi pertumbuhan yg terlalu cepat dari sel (disebut hyperplasia) atau penampakan yang abnormal (atipikal).
Terpapar estrogen. Karena hormon estrogen perempuan merangsang pertumbuhan sel payudara, terpapar estrogen lebih lama, tanpa jeda, dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
Beberapa faktor risiko yang tidak di bawah kontrol, seperti:
* Mulainya haid (menarke) pada usia muda (sebelum usia 12)
* Saat menopause/haid brehenti (akhir siklus bulanan) pada akhir usia (setelah 55)
* Terpapar estrogen lingkungan (seperti hormon dalam daging atau pestisida seperti DDT, yang memproduksi substansi mirip estrogen.
‘Kehamilan’ dan menyusui. Kehamilan dan menyusui mengurangi jumlah keseluruhan siklus haid perempuan dalam hidup dan mengurangi resiko kanker payudara. Perempuan yang tidak pernah hamil atau kehamilan yang pertama setelah usia 30 memiliki peningkatan risiko kanker payudara. Bagi wanita yang memiliki anak, menyusui mungkin sedikit menurunkan risiko kanker payudara, terutama jika mereka terus menyusui selama 1 1 / 2 sampai 2 tahun. Bagi banyak perempuan menyusui sepanjang ini adalah tidak praktis dan merepotkan.
Terpapar DES. Perempuan yang mengonsumsi obat-obatan yang disebut diethylstilbesterol (DES), digunakan untuk mencegah keguguran dari tahun 1940-an sampai tahun 1960-an, memiliki peningkatan sedikit resiko kanker payudara. Perempuan yang ibunya mengonsumsi DES selama kehamilan mungkin memiliki risiko yang lebih tinggi juga terkena kanker payudara.
Tanda- tanda atau Gejala Kanker Payudara
Pada awalnya, kanker payudara mungkin tidak menimbulkan gejala apapun. Benjolan mungkin terlalu kecil bagi anda untuk sadar atau menyebabkan perubahan apapun yang tidak biasa anda lihat sendiri. Seringkali daerah abnormal tersebut ditemukan pada screening mammogram (x-ray/foto rontgen pada payudara), yang mengarah ke pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam beberapa kasus, tanda pertama ‘kanker payudara’ adalah berupa benjolan atau massa di payudara anda atau yang ditemukan pada pemeriksaan dokter. Benjolan yang terasa sakit, keras, dan tidak rata lebih cenderung menjadi kanker. Tetapi kadang-kadang kanker dapat tidak keras dan bulat. Sehingga penting diperiksa oleh dokter.
Pemeriksaan payudara sendiri (Sadari) harus menjadi bagian dari kesehatan rutin bulanan anda dan anda harus ke dokter jika anda mengalami perubahan pada payudara. Jika anda lebih dari 40 tahun atau memiliki resiko tinggi untuk penyakit ini, anda juga harus melakukan pemeriksaan mammografi tahunan dan pemeriksaan fisik oleh dokter. Semakin dini kanker payudara ditemukan dan didiagnosis semakin baik kesempatan kita untuk mengobatinya.
Proses diagnosa dapat berminggu-minggu dan melibatkan berbagai jenis tes.
Menurut American Cancer Society, perubahan di luar biasanya pada payudara bisa menjadi gejala dari kanker payudara:
* Bengkak semua atau sebagian dari payudara,
* Iritasi kulit atau dimpling,
* Payudara sakit,
* Puting susu sakit atau masuk kedalam,
* Kemerahan atau penebalan puting susu atau kulit payudara,
* Nipple discharge atau cairan puting selain air susu,
* Benjolan di daerah ketiak.
Perubahan ini dapat juga menjadi tanda untuk kondisi yang tidak bersifat kanker, seperti infeksi (inflamasi/peradangan) atau kista. Penting bahwa perubahan pada payudara segera diperiksakan pada dokter!
Pemeriksaan Kanker Payudara: Skrining, Diagnosis dan Monitoring
Kanker payudara dan pemeriksaan medis saling mendukung baik anda belum pernah sebelumnya menderita kanker payudara dan ingin melakukan pemeriksaan dini, anda baru saja didiagnosa ataupun sementara pengobatan dan tindak lanjut.
Pemeriksaan yang paling sering dilakukan sehubungan dengan kanker payudara adalah:
* Skrining tes: Skrining tes seperti mammografi tahunan-hasilnya disebut mammogram- diberikan secara rutin untuk orang-orang yang sehat dan tidak diduga mengalami kanker payudara. Tujuannya adalah untuk menemukan kanker payudara sedini mungkin sebelum gejala kanker berkembang dan biasanya lebih mudah untuk ditangani.
* Tes Diagnostik: tes Diagnostik seperti biopsi diberikan kepada orang-orang yang diduga memiliki kanker payudara, baik karena gejala yang ditemukan atau dari hasil pemeriksaan. Tes ini digunakan untuk menentukan apakah kanker payudara atau bukan, dan jika demikian, ditentukan juga apakah kankernya sudah menyebar di luar payudara. Tes diagnostik juga digunakan untuk mengumpulkan informasi lebih lanjut tentang kanker untuk menentukan pengobatan apa yang sesuai dengan kanker payudaranya.
* Pemantauan/monitoring: Setelah diagnosis kanker payudara, banyak tes dilakukan selama dan setelah perawatan untuk memantau seberapa baik terapi yang diberikan. Pemantauan tes juga dapat digunakan untuk memeriksa tanda-tanda kekambuhan (rekurensi).
Secara lengkap pemeriksaan yang dilakukan adalah:
- Biopsi
- Hitung sel darah
- Kimia darah
- Scan tulang
- MRI payudara
- Pemeriksaan fisis payudara
- Pemeriksaan payudara sendiri (Breast self exam)
- CT scan
- Foto rontgen dada
- Tomosintesis digital
- Ductal lavage
- FISH (Fluorescence in situ Hybridization)
- Immunohistokimia (IHC)
- Mammogram
- Molecular Breast Imaging
- Oncotype DX
- PET scan
- SPoT-Light HER2 CISH
- Termografi
- Ultrasound (USG)
Stage atau Stadium/Tahap Kanker Payudara
- Stage 0: tahap sel Kanker payudara tetap di dalam kelenjar payudara, tanpa invasi ke dalam jaringan payudara normal yang berdekatan.
- Stage I: adalah 2 cm atau kurang dan batas yang jelas (Kelenjar getah bening normal).
- Stage IIA: tumor tidak ditemukan pada payudara tapi sel-sel kanker ditemukan di Kelenjar getah bening ketiak, ATAU tumor dengan ukuran 2 cm atau kurang dan telah menyebar ke Kelenjar getah bening ketiak/aksiller, ATAU tumor yang lebih besar dari 2 tapi tidak lebih besar dari 5 cm dan belum menyebar ke Kelenjar getah bening ketiak.
- Stage IIB: tumor yang lebih besar dari 2 cm, namun tidak ada yang lebih besar dari 5 cm dan telah menyebar ke Kelenjar getah bening yg berhubungan dgn ketiak, ATAU tumor yang lebih besar dari 5 cm tapi belum menyebar ke Kelenjar getah bening ketiak.
- Stage IIIA: tidak ditemukan tumor di payudara. Kanker ditemukan di Kelenjar getah bening ketiak yang melekat bersama atau dengan struktur lainnya, atau kanker ditemukan di Kelenjar getah bening di dekat tulang dada, ATAU tumor dengan ukuran berapapun dimana kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak, terjadi pelekatan dengan struktur lainnya, atau kanker ditemukan di Kelenjar getah bening di dekat tulang dada.
- Stage IIIB: tumor dengan ukuran tertentu dan telah menyebar ke dinding dada dan/atau kulit payudara dan mngkin telah menyebar ke kelenjar getah bening ketiak yang berlengketan dengan struktur lainnya, atau kanker mungkin telah menyebar ke kelenjar getah bening di dekat tulang dada.
Kanker payudara inflamatori (berinflamasi) dipertimbangkan paling tidak pada tahap IIIB.
- Stage IIIC: ada atau tidak tanda kanker di payudara atau mugkin telah menyebar ke dinding dada dan/atau kulit payudara dan kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening baik di atas atau di bawah tulang belakang dan kanker mungkin telah menyebar ke Kelenjar getah bening ketiak atau ke Kelenjar getah bening di dekat tulang dada.
- Stage IV: kanker telah menyebar atau metastase ke bagian lain dari tubuh.
Tipe atau Jenis-jenis Kanker payudara
Kanker payudara dapat mulai di berbagai daerah pada payudara – duktus, lobulus, atau dalam beberapa kasus, di antara jaringan payudara. Namun secara garis besar kanker payudara dapat dibagi atas:
• Karsinoma in situ Duktal (DCIS),
• Karsinoma in situ Lobular (LCIS),
• Karsinoma Duktal Invasif (IDC),
• Karsinoma Duktal Invasif Subtipe Jarang,
• Karsinoma Lobular Invasif (ILC),
• Kanker Payudara Inflamatori,
• Kanker Payudara Pria dan
• Kanker Payudara Rekuren dan Metastatik.
Terapi atau Pengobatan kanker payudara dan Efek Samping-nya
Dalam beberapa tahun terakhir, terlihat kemajuan terhadap perawatan kanker payudara, ini membawa harapan dan kebahagiaan. Bukan hanya satu atau dua pilihan, saat ini terdapat banyak pilihan terapi melawan kanker payudara. Keputusan untuk melakukan operasi lalu mungkin radiasi, terapi hormonal (anti-estrogen), dan/atau kemoterapi bisa sangat membantu.
Tindakan tersebut akan bergantung dari stadium kanker-nya. Untuk itu dilakukan perencanaan jenis pengobatan atau terapi yang tersedia dan yang mungkin cocok bagi penderita.
Tindakan yang mungkin akan dilakukan adalah:
- Bedah
Lumpectomy atau Breast conserving surgery (Bedah dengan seminimal mungkin menjaga payudara tetap utuh), mastektomi (pengangkatan payudara, bisa sebagian atau seluruhnya) dan/atau diseksi kelenjar getah bening.
- Kemoterapi
- Terapi radiasi
- Therapi hormonal
- Kedokteran Holistik dan Komplementer, seperti akupunktur, meditasi, dan yoga yang dapat membantu anda selain perawatan medis.
Efek samping yang bisa dialami penderita kanker payudara setelah menjalani terapi bisa mermacam-macam tergantung jenis terapi yang didapatkannya antara lain: nyeri perut, adiksi, reaksi alergi, anemia, ansietas (cemas), perubahan selera, rasa tidak enak pada ketiak, nyeri punggung, masalah perdarahan pembekuan darah dan flebitis (phlebitis), nyeri tulang dan sendi, nyeri dada, gejala flu, konstipasi, batuk, dehidrasi, penyembuhan luka yang lambat, depresi, diare, mulut kering, pusing, kulit kering, ketidakseimbangan elektrolit, endometriosis, lemah, pingsan, masalah fertilitas, demam, kentut, (flatus), perubahan rambut, hand-foot syndrome (HFS) atau palmar-plantar erythrodysesthesi (PPE), sakit kepala, masalah pendengaran, masalah jantung, refluks gastro-esofagal (GERD), hematoma, hipertensi, kolesterol tinggi, hot flashes (serangan panas), infeksi, reaksi pada tempat suntikan, insomnia (susah tidur), gatal, masalah ginjal, kram kaki, hepatotoksisitas (masalah hati), hilangnya libido, hipotensi, penurunan jumlah sel darah putih, masalah paru-paru, limfedema, hilang ingatan, gejala menopause, mual, neuropati, perdarahan dari hidung, hilang rasa, osteoporosis, gangguan stres pasca trauma, infeksi saluran kemih, perubahan kulit, perubahan berat badan, muntah, masalah penglihatan dan mata, perubahan pada kuku dan lain-lain.
Pingback: Kurang Darah Berbeda dengan Tekanan Darah Rendah | AlhamsyahBLOG
saya berusia 27 thn
saat ini saya mengalami keluhan keluar cairan berwarna bening dan kadang terdapat cairan berwarna putih seperti nanah..
waktu masih sekolah D3 dipayudara terdapat beberapa benjolan dan setelah diperiksa Dr SPB diberi obat abtibiotik+antiinflamasi yg saya g tau nama obatnya (lupa)..benjolan tersebut kemudian menghilang..
setelah saya menikah dan mempunyai 2 org anak, payudara sebelah kiri terasa sakit dan terlihat kemerahan+bengkak lalu berobat kembali ke dr bedah diberi antibiotik+antiinflamasi+zalf gentamycin dan dia blg saya terkena mastitis..padahal sudah hmpir 1 thn saya sdh berhenti menyusui.. mmg waktu menyusui saya hny menggunakan payudara sebelah kanan saja jd yg kiri ga aktif krn sering lecet dan kering jd sakit bl digunakan..status saya sekrg single krn divorce..sdh hmpir 2 thn..
dan sekarang keadaan papila mammae kiri inverted dan keluar cairan lg.. sy konsultasi dgn dokter Sp.PD dan dianjurkan untuk dilakukan pemeriksaan Mammography
tapi saya takut…
apa da saran untuk saya…
yani : anda harus segera melakukan pemeriksaan mammography untuk mengetahui derajat keganasan papilla mammae(payudara) anda.
menurut saya,anda terkena kanker mammae.
anda harus segera ke dokter.
Ms Yani, kami berharap ibu senantiasa sehat. bagaimanapun anda mesti periksa mammografi, toh itupun belum tentu ca mamma bukan? bahkan mammografi hanyalah pemeriksaan awal, nantinya mungkin akan diminta pemeriksaan lain seperti patologi anatomi dan atau rotgen. Bagaimana dengan berat badan ibu?turun drastis-kah?kalau iya kita mesti waspada, tp kalau berdasarkan umur ibu kemungkinan kanker payudara kecil. Yg jelas mesti periksa ya…
Pingback: Vitamin E and Lung Cancer « Health and Cancer Blog
waaah..lengkap bgt infonya
fibro adenoma mammae yg bersifat perikanaliculare merupakan tumor jinak yg bertumbuh dengan lambat.
anda tidak usah takut.
anda harus segera berobat ke dokter.
FAM atau fibroadenoma mammae itu tumor jinak, bukan kanker. Biasanya memang menyerang wanita usia muda. Rajin rajin saja periksa payudara sendiri, ok! caranya ada di blog ini juga. Adya, mudah-mudahan kamu sehat selalu!
Pingback: Kanker Payudara Bisa Meningkat karena Kebiasaan Minum Alkohol | AlhamsyahBLOG
Pingback: Kanker Payudara, Depresi dan Kelelahan (Fatique) | AlhamsyahBLOG
Pingback: Buku Tentang Kanker Payudara | AlhamsyahBLOG
Pingback: Waspadai Kanker Payudara. Gambar, Video dan Cara Pemeriksaan Payudara Sendiri. Breast Self Exam (BSE) | AlhamsyahBLOG
thanks
thanks yaw
Tolong kiriman saya manual pelatihan tentang pelayanan kesehatan reproduksi atu website-website yang terkait.
Terima kasih atas bantuanya
jika saat datang bulan bagian payudara terasa sakit
apakah itu termasuk gejala kanker payudara?
mw nanya, payudara kanan saya sakit ngilu..awalnya terasa nyeri, skr sakit..ada ato nggaknya benjolan saya msh bingung mastiinnya..apa itu gejala kanker payudara?
selain ciri-ciri kanker ada benjolan, ciri lainnya apa?
cara ngatasi pencegahannya gmn?
makasi..
gadis 27 thn,
kira-kira 3 bln terakhir aku diet makan nasi 1/2 porsi 1 kali dalam sehari
selebihnya aku makan sayur seperti sawi putih, wortel,kembang kol, yang diolah.
belakangan payudara sebelah kiri sering terasa gatal, dari luar ga keliatan merah tanda biasa kena gatal2.ada ato nggaknya benjolan saya msh bingung mastiinnya. apakah itu gejala kanker payudara??
tks
sy icha 22 thn mau tanya dibawah payudara sy sebelah kiri terdapat benjolan kecil
,apakah itu kanker payudara terkadang terasa ngilu
!!sy blm sempat konsul le dokter..mhon bantuannya..trima ksih
Saya gadis berusia 23 tahun. Sekitar 4tahun yg lalu saya mamografi dan biopsi, di payudara kiri ada benjolan dan dinyatakan tumor jinak. Dokter menyarankan untuk operasi tapi saya dan keluarga takut. Lalu saya hanya menjalankan pengobatan alternatif dengan mengkonsumsi obat2an herbal. Sekarang kondisi payudara saya masih ada benjolan dan sekitar dua minngu lalu muncul ruam merah di atas lokasi tumor (awalnya saya kira bisul). Sekarang ruam masih ada dan 2hari yg lalu muncul benjolan di ketiak kanan saya. Apakah saya menderita kanker payudara? Lokasi tumor di payudara kiri dan benjolan di ketiak sebelah kanan, apakah bisa? Apa yg harus saya lakukan? Apakah saya bisa sembuh?
anda harus segera melakukan operasi.
saudara ikutin saran dokter.
saya gadis umur 18 thn
saya merasa ada yg janggal dengan payudara saya, payudara saya yg sebelah kanan terlihat lebih besar ukurannya dari pada payudara saya yg sebelah kiri
apa itu merupakan gejala kanker payudara??
bagaimana cara menyembuhkannya??
Terima kasih
eh….fam bs tumbuh lg ya? walo udah di operasi?
@adya: FAM atau fibroadenoma mammae yang merupakan tumor jinak payudara bisa kambuh lagi apabila saat pengangkatan tumor-nya tdk bersih. Bisa saja muncul lesi tumor baru dikemudian hari tapi ini jarang.
owh gihu thow…..soalnya punyaku tumbuh lg….di py dara yang sama, cuma letaknya beda… awalnya di bwh puting tp ni di atas puting…q perlu operasi lg ndak ya ?
sy gadis umur 21th,,
kejadiannya baru pagi ini stlh mandi,, seperti biasa sy membersihkan mammae terutama di daerah papilla,, sy menemukan papilla sy sgt kotor / tdk sprti biasanya (trdpt bag kepingan2 kuning sprti cairan yg sdh mengering)
saat sy membersihkannya tnp sengaja sy mnekan bag areola dan keluar cairan bening kemudian diikuti cairan putih sperti susu,,,
sy sgt terkejut,,, dan krn penasaran sy coba menekan bag areola lg dan keluar cairan sprti kolostrum,,,
hal ini trjd pd ke dua pyudara sy (knan-kiri),,
apakah ini hal yg patologis atw msh fisiologis??
jujur sy bingung & brcampur takut dgn hal tsbt,,
apakah ini gejala ca mammae,,??? tp sy tdk mnemukan tanda lain sprti nyeri, warna kmerahan, benjolan dll,,
sy ingin melakukan px mammografi,, tp 2mgg yg lalu ketika sy ingin melakukan px tsbt di slh satu RS tdk diperbolehkan krn umur sy msh dbwh 25thn,,
so, skrg apa yg hrs sy lakukan??
(sy sgt brhrp anda bs menolong sy)
Terima kasih.
Bp. Surono, Ibu saya menderita tumor payudara. Sudah menjalani operasi pengangkatan sekitar sepuluh tahun yang lalu. Tapi kini tumbuh lagi dan semakin parah, bahkan tidak mampu beraktivitas sama sekali, hanya terbaring di tempat tidur. Mau di operasi lagi tapi Ibu sudah tidak mau. Alhamdulillah kami melihat iklan MD Herba di Majalah Ar-Risalah. Saat itu juga, entah mengapa kami sangat yakin bahwa Allah akan memberikan kesembuhan dengan jalan Obat Herbal ini. Subhanallah, Baru 2 minggu mengkonsumsi MD Herba, ada semacam daging (biang penyakit) yang keluar dari bagian luka (di payudara). Kami tetap mengkonsumsi Paket MD Herbal ini hingga minimal 3 bulan agar mendapatkan kesembuhan total. Alhamdulillah kini bekas lukanya sudah menutup dan mengering. Sekarang Ibu kami sudah mampu beraktivitas kembali.
(Solo, Hp. 081393481881)
Harga 1 paket Herbal Tumor dan Kanker Rp 100.000,- + ongkos kirim (sesuai kota tujuan)
Rekening Shar-E Muamalat no. 9225676670
BCA 3920191869 a.n. Muh. Dedi Putra Utama
Konsultasi : Ust. Aris Abu Yusron (081329933553)
Info dan Pemesanan : Dedy (085229259888)
Setelah saya puber khususnya setelah dapat mensturasi, sering kali pada ketiak saya tumbuh seperti jerawat/bisul yang pada akhirnya akan membengkak seperti jerawat dan mengeluarkan seperti lemak pada jerawat.
Beberapa waktu kemudian, khusunya akhir-akhir ini tumbuh kembali benjolan-benjolan tersebut. tapi yang ini agak sedikit aneh karena biasanya kalau sudah benjol maka akan membengkak (matang) dan keluar lemak. tapi kalau sekarang tidak begitu. Benjolannya tetap terasa sakit sih, tapi benjolan itu ga akan matang-matang/membengkak. nanti ilang sendiri, nanti tumbuh lagi, nanti ilang sendiri. lalu dulu pasti cuma ada 1 benjolan dan hanya di salah satu ketiak. Tapi sekarang kadang-kadang pada ke-2 ketiak saya. itu apa ya? dan kenapa? Karena seperti bisul jadi saya agak terganggu. Mohon bisa di jelaskan. Terima kasih.
@jjs: bisa benjolan karena radang biasa yang disertai infeksi tapi bisa juga bukan. Klu radang radang dan infeksi biasa pemberian antiradang dan antibiotik akan membantu. Periksa ke dokter saja untuk pastinya,ok.
saya gadis berusia 22 tahun. saya pernah ada benjolan di ketiak, terasa sakit saat itu. kemudian saya periksa ke dokter dan diberi antibiotik, katanya ada pembengkakan kelenjar getah bening. setelah minum obat itu, kemudian benjolan itu hilang dan tidak terasa sakit lagi. tapi biasanya kalau saya kecapean,,akan terasa nyeri/sakit pada bekas benjolan yang dulu. saya takut apakah itu tanda2 kanker payudara atau bukan?
terimakasih
terima-kasih atas artikelnya…sgt bermanfaat.
apakah umur 17 tahun bisa terkena kanker payudara?
saya sudah mencoba mendeteksi payudara sendiri, tp saya msh bingung apakah benjolan yg saya rasakan itu karena pertumbuhan atau karena kanker
karena memang payudara saya kecil
tolong infonya
makasih
@ Sovi: Umur 17? Bisa sih tapi sangat-sangat jarang. Bila semakin hari semakin membesar bisa saja tumor payudara tapi bukan kanker payudara. Tumor payudara pada usia muda biasanya jinak dan biasanya adalah FAM atau Fibroadenoma Mammae.
nama saya nita umur 20 thn..saya mo bertanya.payu dara saya berbeda,sebelah kanan besar dr pada sebelah kiri..pertanda apa itu…apakah saya da tumor atau kangker. mksih
Nita: justru rata-rata perempuan payudaranya asimetris antara kanan dan kiri, antara kanan dan kiri tidak sama persis besarnya. Oleh karena itu bila tidak ada keluhan atau kelainan yang menonjol itu normal-normal saja.
saya umur 17 th…
Mw nnya.. Payudara saya akhir” ini srg terasa sakit ngilu… Puting susunya kalau dipegang terasa sakit.. Puting susu kalau habis d’pakein bh masuk ke dalam..stlah d’prksa sndiri ada bnjolan kecil tapi gag tau itu kanker atau bkan. Apa itu kanker ?? Saya takut sekali.. Mohon bntuannya.,
Ismi: Ismi umur 17 tahun, kemungkinan kanker sih bukan, mungkin hanya peradangan atau infeksi, tapi untuk pastinya jangan takut periksa ke dokter.
Sy mw tny,akhr2 ne payudara sy sblh kiri sering trasa gatal,n lbh bsr dr knan tp g bgtu bsr. Sy bingung cr periksa ada bnjolan to gnya. Pa ne gjla kanker?
Amalia: Gatal dan ukuran payudara yang tidak sama besar (asimetris) bukan tanda kalau itu kanker atau bukan. Kalau diperiksa secara teratur dan tidak ada benjolan artinya tidak ada tumor/kanker tapi akan lebih bagus lagi kalau di mammografi.
Gmn cra bdain bnjolan kanker ma bkn?
Lia: Benjolan karena kanker biasanya bentuknya/permukaanya tidak beraturan, lebih padat dan membesarnya sangat cepat, beda dengan tumor biasa, permukaannya rata dan pertumbuhannya lambat.
sy sdh menikah punya 2 anak umur 27 thn
sy sampai saat ini masih menyusui krn sampai saat ini anak sy yg ke2 baru b’umur 3bln… 1 bln terkahir kmaren sy menyadari adanya benjolan pada payudara kiri saya yg kadangkeluar cairan b’warna kuning kecoklatan, kadang cairan ini keluar b’samaan dgn ASIku…. tersa nyeri apabila ASIku penuh, terasa nyut2 gitu pada daerah benjolan itu… sebelumnya tdk pernah ada benjolan krn sy selalu SADARI… apakah ini kankr payudara ato tdk???? aman ga apabila anakku menyusi pada payudara kiriku ini yg ada benjolan dan kadang mengeluarkan cairan yg b’wrn kuning kecoklatan????
Terus terang sy takut banget wktu pertama kali liat n’ pada saat sy pencet keluar banyak cairan itu…
Apa yg sy harus lakukan?????
Asmy: Sebaiknya diperiksa ke dokter, kemungkinan hanya radang dan infeksi biasa. Payudara yang sakit tidak boleh untuk menyusu.
bukannya anggota tubuh kita itu emang nggak sama besar yah…???
pasti slalu lebih besar yang kanan dari pada yang kiri….
soalnya qu pnya temen payudaranya nggak sama besar, lebih besar yang kanan dibandingkan yang kiri…
As: Iya, ada yang mengatakan kalau kanan lebih besar karena sering dipakai beraktivitas.
Pingback: PEMERIKSAAN FISIK PADA DADA DAN PARU « WA ODE RAHMADANIA's Blog
Pingback: PEMERIKSAAN FISIK PADA DADA DAN PARU « WA ODE RAHMADANIA's Blog
ih ngeri ya, coba deh konsumsi jus manggis setiap hari pasti semua organ tubuh kita terjaga…
hay q yanty, d bagian payudara sya da benjolan n sya sdah priksa k dokter kta dokter ni tumor jinak.sya sudah menikah 1 thun n sya ingin mempunyai anak kra-kra tumor tu bahaya g terhadap pertumbuhan janin sya?
Yanty: Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan patologi (PA). Setelah yakin itu tumor jinak operasi pengangkatan akan dilakukan. Tumor jinak payudara tidak berbahaya bagi janin. Yang mesti diperhatikan adalah tindakan operasinya. Mungkin bisa ditunda dulu mempunyai anak atau operasi ditunda sampai bayinya lahir. Apabila benjolannya tidak terlalu besar dan di permukaan bisa dilakukan operasi karena anestesinya bisa dilakukan topikal. Silahkan konsul ke dokter bedah anda.
namaku yuna, usiaku baru 15 thn, dibagian payudara yg kanan dan ketiakku ada benjolan. dan juga payudaraku yg sebelah kanan lebih besar daripada yang kiri, tapi sampai sekarang aku belum periksa karna aku takut banget kalau ternyata aku kena kanker
mohon saranya yah
makasi..
Yuna: usia muda biasanya bukan kanker. Sebaiknya periksa ke dokter.
Salam Peduli Kanker.
Saya dari Komunitas Peduli Kanker Bali ingin menanyakan apakah ada penelitian ilmiah yang akurat tentang golongan darah dan kaitan terhadap kanker? Maksudnya pula apakah ada jenis golongan darah yang membuat pemiliknya lebih rentan terhadap kanker dibanding jenis golongan darah lainnya?
Kurnia Ito.Denpasar Bali
saya gadis usia 26thn,sudah terdiagnosa kanker payudara dan sudah dilakukan operasi pengangkatan payudara.dari hasil PA kanker stadium IIA tidak perlu dilakukan kemoterapi tapi dari dokter diharuskan terapi hormonal disuntik tiap 1 atau 3 bln sekali.apa efek dari terapi hormonal dan apa akibatnya jika terapi hormonal tidak saya lakukan?
terimakasih
nama saia nenk nht,umur saia 17 th saia mengalami tumor sudah satu tahun di payudara saia ,apa ini juga kanker dan masih bisakah untuk di obati ??? rasanya sangat nyeri dan sampai ke tulang belakang..
saya punya pacar usianya 21 thn,
pada awalnya suka ada keluhan pada daerah dada,, tapi pada saat pemeriksaan trnyata smua normal..
hal itu terus terjadi walau tidak sering,,saat sakit d check lg normal,, dan pada akhirnya saat melakukan check up lg ternyata dokter mngatakan terkena kanker payudara..
apa pada awalnya pnyakit itu tidak terdeteksi?
Sya brusia 23th
sktar 1th lalu sya melakuakan operasi krn d bagian payudara sya sblah knan terdapat bnjolan
hasil operasi dkter menyatakan tumor jinak
dn kini stlah kurang dr 1th bnjolan itu tmbuh lgi
sya tdk ingin melakukan oprasi lg..
Yk sya mw tanyakan mkanan dn buah-buahan apa sja yk bsa sya mkan dn bsa mengurangi pembesaran benjolan d payudara sya..
Mhon infonya
thx..
biasanya itu normal bila lg menstruasi. Cek saja pas selesai mens-nya masih ada apa enggak.
@Vitory: asimetri pada payudara bukan serta merta berarti ada tumor atau kanker apalagi umurnya masih muda dan masih terjadi perkembangan fisik. Sama halnya seperti lengan kanan kita biasanya sedikit lebih besar dari yang kiri karena sering dipakai, dlsnya. Klu tdk ada kelainan lain dan perbedaannya tdk terlalu besar biasanya itu normal.