Hal terpenting untuk mengurangi resiko kanker serviks atau kanker mulut rahim adalah dengan screening citology rutin. Cytologic screening berupa pemeriksaan pap smear sederhana dapat sangat membantu untuk meyakinkan wanita bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dan mereka dapat hidup tenang. Dan apabila pada pemeriksaan smear ditemukan abnormalitas maka pemeriksaan smear untuk kali kedua mungkin diperlukan dan dapat berlanjut ke pemeriksaan lainnya. Terapi atau penanganan yang perlu akan didiskusikan dengan pasien bila ditemukan sel pre-cancer atau abnormalitas.
Tanpa adanya skrining reguler, sel pre-kanker tidak akan ditemukan secara dini dan bisa berkembang menjadi kanker serviks dimana kesempatan untuk memperoleh terapi terbaik akan berkurang.
Oleh karena itu untuk meminimalkan cervical cancer risk serta memaksimalkan deteksi/diagnosa dini sangatlah penting untuk melakukan hal berikut:
1. Melakukan screening test Pap Smear sejak usia 21 Tahun atau setidaknya tiga tahun setelah perempuan mulai berhubungan seks tergantung mana yang lebih dulu terjadi.
2. Sampai umur 30 tahun wanita mesti yakin untuk melakukan pap smear teratur sekali setahun.
3. Usia 30 tahun lebih, apabila tiga test skrining terakhir bersih tidak ditemukan sel kanker, screening bisa diperpanjang menjadi sekali dalam dua sampai tiga tahun. Meskipun demikian, pasien dengan resiko tinggi atau wanita dengan hasil skrining terakhir yang menunjukkan ketidaknormalan mesti melakukan test secara reguler setahun sekali.