Endoftalmitis

Endoftalmitis atau abses korpus vitreus adalah peradangan berat dalam bola mata, biasanya akibat trauma atau bedah, atau endogen akibat sepsis. Berbentuk radang supuratif dalam bola mata, dan akan mengakibatkan abses di badan kaca. Endoftalmitis eksogen terjadi akibat trauma tembus atau infeksi sekunder pada tindakan pembedahan yang membuka bola mata. Endoftalmitis endogen akibat penyebaran bakteri, jamur atau parasit dari fokus infeksi dalam tubuh.
Peradangan oleh bakteri memberikan gambaran berupa rasa sakit yang sangat, kelopak mata merah dan bengkak, bilik mata depan keruh, kadang disertai hipopion. Di dalam badan kaca dapat ditemukan massa putih abu-abu hippion ringan dan bentuk abses satelit di dalam badan kaca.
Diagnosis endoftamitis dipastikan dengan aspirasi 0,5 – 1 ml korpus vitreus dengan anestesi lokal melalui sklerotomi pars plana dengan menggunakan jarum 20-23, kemudian aspirat diperiksa secara mikroskopis. Setelah organisme dapat diidentifikasi, diindikasikan pengobatan medis segera.
Pengobatan endoftalmitis dengan antibiotik topikal dan sistemik, kortikosteroid (pemberiannya hati-hati) atau dengan eviserasi apabila pengobatan gagal. Pada beberapa kasus, diindikasikan vitrektomi untuk melakukan drainase abses dan memungkinkan visualisasi fundul yang lebih jelas. Dengan terapi optimal, abses korpus vitreum memiliki prognosis buruk.

Tulisan terkait:

  • Keratitis Pungtat Superfisial
    Keratitis pungtata superfisial yang disebut juga keratitis pungtata epitelial atau Thygeson’s disease merupakan salah satu ti...
  • Follow Alhamsyah Blog
  • Follow @inianca on Twitter for much more
  • This entry was posted in Kesehatan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. endoftalmitis, eviserasi mata, pengobatan endoftalmitis, endoftalmitis adalah, lp endoftalmitis, operasi pada endoftalmitis, patofisiologi abses korpus vitreus, patofisiologi endoftalmitis, operasi katarak anestesi lokal general, anestesi lokal mata, post eviserasi mata, prosedur operasi eviserasi mata, Proses eviserasi mata, refarat endoftalmitis, referat endoftalmitis

    3 Responses to Endoftalmitis

    1. erna says:

      Ayah saya menjalani operasi katarak di sebuah rumah sakit besar… setelah operasi, tidak seperti operasi sebelumnya, beliau merasa sangat kesakitan.. 3 hari kemudian beliau kontrol dan dikatakan hanya proses penyembuhan.. tapi sehari berikutnya karena tidak tahan sakit.. Bapak periksa lagi di dokter lain.. dan hasilnya bola mata Bapak penuh dng nanah.. dan harus menjalani operasi dengan general anastesi.. padahal fungsi ginjal Bapak sudah jelek… Entah kenapa dokter dan pihak rumah sakit juga sama sekali tidak membantu bahkan kesannya ogah-ogahan merawat Bapak. Dengan segala kesulitan, keruwetan dan tantangan yang ada Bapak dapat menjalani operasi itu.. tapi sampai sekarang penglihatan Bapak makin buruk.. :sad: Entah kapan pelayanan di rumah sakit negeri ini bisa membaik. khususnya bagi pengguna askes pns seperti kami…
      Entah kapan etika kedokteran dapat ditegakkan..
      Bapak adalah korban ke 3 dari seluruh keluarga kami yang menderita karena kesalahan prosedur saat menjalani operasi..

    2. patricia sas says:

      penyebab endoftalmitis sendiri sifatnya bisa eksogen maupun endogen. baik dari operasi katarak itu sendiri, maupun dari kuman yang berada dalam tubuh pasien … mbak erna tolong jangan langsung emnyalahkan pihak medisnya dulu … karena,bisa saja gangguan ginjal dan kondisi ayah anda sebelumnya memicu proses peradangan post-operasinya, jadi punya peran juga.
      kesalahan meds mungkin kurang memberikan informasi tentang kondisi yang ayah anda hadapi, sebelum dan sesuadh operasi dengan segala konsekuensinya … sama-sama salah …
      secara etika medis, kurangnya informasi memang melanggar, tetapi kalau prosedural operasinya sendiri memang sesuai dengan protap, anda tidak bisa menyalahkan medis dong …

    3. zoelv says:

      sorry ms patricia,
      apakah ada tim dr RS yang memantau pelaksanaan protap ini agar berjalan dengan baik atau tidak dalam tiap operasi ataupun tindakan medis yang dilakukan oleh pihak dokter RS??

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *

    You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>