Dokter PTT atau dokter pegawai tidak tetap, bisa berarti penempatannya tidak tetap bisa juga berarti gajinya diterimanya tidak tetap. Whatever-lah…yang jelas untuk ketempat PTT perjalanan dari makassar ditempuh dengan pesawat kurang lebih satu jam lima menit ditambah perjalanan darat dengan bis yang lamanya setara perjalanan dengan pesawat sebanyak enam kali, tapi jangan membayangkan kenyamanannya juga sama! Ooh…sungguh sangat berbeda!membosankan! Jangan juga pernah berharap kamu akan mendapatkan pemandangan yang indah di sini, seperti pemandangan yang bisa kita temui dalam perjalanan ke malino atau ke puncak yang pernah saya tahu. Yang ada hanyalah bukit-bukit dengan semak-semaknya, jalannya pun naik turun menyusuri bukit-bukit dengan sebelah kanan jurang dan beberapa jurangnya bila kamu jatuh, jatuhnya langsung nyemplung ke laut. Iyya…rasanya seperti naik roller coaster yang rodanya lagi rusak tanpa jeritan kesenangan, yang ada hanya umpatan dalam hati sembari berdoa mudah-mudahan bisnya tidak jatuh ke jurang. Memasuki kecamatan tempat saya tugas, jalan yang tadinya beraspal tiba-tiba berganti dengan jalan yang hanya dilapisi kerikil!!! Pertama kesini sempat syok juga awalnya. Belum lagi listriknya untuk kamu tau, nyalanya hanya dari jam 6 sore sampai jam 12 malam, walah….walah….! Makanya segala macam alat elektronik yang namanya pakai batre harus dihemat.
Untungnya disini sinyal sudah ada, meskipun belum berapa lama sih…. Bukan masalah tentunya untuk tetap stay connected dengan teman-teman yang jauh. Bahkan… saya masih bisa onlen dan ym dengan beberapa teman, tinggal colok saja hsdpa atau hp jadi modem, selesai….. Tapi…yaa itu tadi…listriknya tetap terbatas. Mungkin karena keadaannya begini hal yang sangat logis tentunya apabila saya sering-sering pulang makassar, tidak betah sih…sangat! Apa boleh buat. Tapi hal baiknya, kebaikan orang disini cukup mengimbangilah, sepertinya…..
